P2GHA UIN Sunan Kalijaga Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender Peringkat UTAMA pada PTRG Award 2026
Yogyakarta – Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (P2GHA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2026 dengan Peringkat UTAMA, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan keberhasilan institusi dalam mengintegrasikan perspektif gender, perlindungan hak perempuan dan anak, serta pembangunan kampus yang inklusif, aman, dan bebas dari kekerasan.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Kamis (2/7/2026). Ajang ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pengelola PSGA, akademisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkeadilan gender.
Pada PTRG Award 2026, UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu dari 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berhasil memperoleh Peringkat UTAMA. Penilaian dilakukan melalui proses seleksi yang komprehensif, meliputi evaluasi kebijakan kelembagaan, implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG), penguatan sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), layanan perlindungan sivitas akademika, hingga praktik-praktik baik dalam membangun budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi UIN Sunan Kalijaga dalam mengarusutamakan nilai-nilai kesetaraan gender ke dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui P2GHA, berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, advokasi kebijakan, penguatan kapasitas sivitas akademika, hingga kolaborasi lintas lembaga terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi kampus yang ramah terhadap seluruh warga kampus tanpa diskriminasi.
Sebagai salah satu pusat kajian gender tertua di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, P2GHA UIN Sunan Kalijaga telah memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan kajian, pendidikan, dan advokasi mengenai kesetaraan gender, hak anak, serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui berbagai kolaborasi nasional maupun internasional serta pengembangan kebijakan kelembagaan yang mendukung terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Direktur P2GHA UIN Sunan Kalijaga, Dr. Zusiana Elly Triantini, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga dalam membangun budaya akademik yang menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi kesetaraan, serta memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.
"Penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat komitmen kami dalam mengembangkan pengarusutamaan gender di seluruh aspek tata kelola perguruan tinggi. P2GHA akan terus berkolaborasi dengan seluruh unit di UIN Sunan Kalijaga agar nilai-nilai keadilan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia semakin mengakar dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun layanan kepada sivitas akademika," ujarnya.
Keberhasilan meraih Peringkat UTAMA semakin mengukuhkan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu pelopor pengarusutamaan gender di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. Penghargaan ini sekaligus menjadi amanah untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menciptakan kampus yang semakin aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh sivitas akademika.
Melalui penghargaan ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kesetaraan gender, perlindungan hak anak, dan penghormatan terhadap keberagaman.