Faith to Action Network gelar Webinar Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan dalam Perspektif Islam

Universitas Al-Azhar, Muhammadiyah dan Faith to Action Network memiliki tujuan agar mewujudkan Islam dengan memberikan ruang/akses kepada para cendekiawan dan pemimpin agama muslim dalam bidang literasi iman khususnya tentang hak-hak perempuan dalam Islam. Tiga lembaga mengakui bahwa melibatkan aktor agama Muslim dalam masalah hak-hak perempuan adalah hal krusial karena aktor agama berperan penting dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku komunitas yang mereka layani.

Tepat pada hari Senin tanggal 31 Mei 2022 Faith to Action Network bekerja sama dengan anggota pendiri Universitas Al-Azhar, Muhammadiyah, dan organisasi Muslim menyelenggarakan serangkaian webinar yang bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman bagi para aktor agama Muslim untuk berbagi perspektif dan wawasan tentang Hak-Hak Perempuan dalam Islam. Pertemuan tersebut membincang persoalan teologis, membumikan dan memahami apa yang termaktub dalam teks-teks Islam tentang hak-hak perempuan.

Pada agenda tersebut mendatangkan 4 narasumber panel yaitu Dr Tuti Alawiyah (dari Universitas Muhammadiyah), Prof Ahmad Ragab (dari Universitas Al Azhar), Mohammed Bun Bida ( Direktur Program Layanan Konseling Keluarga Muslim (MFCS), Kumasi Ghana), dan Syekh Saliou Mbacke(presiden Cadre des Religieux pour la Santé et le Développement (CRSD) dan dimoderatori oleh Dr. Siti Syamsiatun.

Webinar yang dilaksanakan pada jam 3.00 EAT/ 12.00 GMT/7.00 PM WIB bertujuan untuk memotong ide-ide praktik teologis dan normatif Islam. Hal ini bertujuan untuk mengaduk perdebatan seputar hak-hak perempuan seperti yang didukung dalam berbagai literatur Islam dengan maksud untuk mempengaruhi peningkatan hak-hak Perempuan. Dalam webinar tersebut mendatangkan partisipan dari para sarjana teologi dari Universitas Al-Azhar dan Muhammadiyah dan juga mendatangkan Komentator Islam dari Organisasi Masyarakat Sipil di seluruh dunia.