Pencegahan Kekerasan Seksual dan Kampus Inklusif

Kasuskekerasan seksualbukan hal baru bagi beberapa orang. Tidak ada satu organisasi pun yang memiliki data pasti kasus kekerasan seksual di Indonesia, khususnya di perguruan tinggi. Informasi perkara kekerasan seksual dikampustidak merata dan hanya mencuat di beberapa titik tertentu, entah persoalan tersebut mencuat di jejaring sosial, atau hanya menjadi bahan ‘bisik-bisik’ antara sivitas akademika. Oleh karena, pelaku dan jajarannya yang mampu menutupi kasus tersebut dengan sempurna hingga korban tidak tahu ke mana harus melapor atau tidak memiliki kepercayaan untuk mengadu.
Perlu kita ketahui data kasus kekerasan seksual adalah fenomena gunung es, data yang diketahui hanyalah pucuk dari keseluruhan data perkara kekerasan seksual. Jumlah korban yang memutuskan tidak melaporkan perkara yang dialami kepada pihakkampus, aparat negara, hingga organisasi yang bergerak dalam bidang pendampingan korban kekerasan seksual didasari oleh budaya patriarki yang masih dianut di Indonesia, yang dapat menyebabkan budayavictim blamingkepada korban yang berani melaporkan kasusnya.
Simak selengkapnya dalam podcast PLT UIN Sunan Kalijaga